Jangan Salah Pilih, Berikut Ini Kriteria Konsultan Pajak Yang Baik

0
35
views
sumber: google.co.id

Agar perusahaan atau bisnis bisa mematuhi perundang-undangan yang berlaku, maka patut sekali untuk taat pajak. Member ini bertujuan agar perusahaan atau bisnis tidak terkena hukuman atau denda dari pihak berwenang karena telah melanggar tata tertib atau tidak taat pajak. Sehingga, agar perusahaan atau bisnis bisa mematuhi tata tertib hal yang demikian, maka sebagai pemilik bisnis telah patut menyediakan beraneka macam laporan dan pembukuan agar bisa dilaporkan nantinya ke kantor pajak. Dengan rutin dan taat tata tertib pajak, maka perusahaan atau bisnis akan mendapatkan citra baik dihadapan para karyawan sampai klien sekali bahkan. Tetapi, rupanya tidak banyak pemilik bisnis yang cakap dan belum paham betul mengenai tata sistem pelaporan ke kantor pajak. Sehingga, ini lah yang mewujudkan mereka malas dan tidak berkeinginan patut pajak. Disisi lain, mereka bisa memakai jasa konsultan pajak agar urusan ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa memakan waktu yang lama.
Karena yang dikenal, konsultan pajak adalah orang atau badan yang memberikan jasa berupa konsultasi pajak kepada para patut pajak dalam rangka mengerjakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan suatu bisnis atau usaha dengan mengikuti tata tertib perundang-undangan perpajakan. Jadi, bisa dikatakan bahwa konsultan pajak adalah orang atau badan yang membantu patut pajak saat mengurus semua hal yang menyangkut dengan pajak. Tidaklah susah untuk mendapatkan atau memakai jasa konsultan pajak. Karena, di Indonesia sendiri telah banyak berdiri suatu badan yang menyediakan jasa konsultan pajak. Dengan semacam itu, pemilik bisnis bisa lebih mudah untuk mengerjakan patut pajak tanpa perlu ribet dan bingung nantinya. Kecuali bertugas untuk mengurus semua hal yang bersangkutan dengan pajak. Tetapi, ada beberapa hal yang patut dikenal saat berkeinginan memakai jasa hal yang demikian agar perusahaan tidak merugi dan bisa memaksimalkan layanan yang diberikan. Berikut ini beberapa kriteria konsultan pajak yang baik.

  1. Memilih Konsultan Pajak yang Telah Memiliki Kompetensi Pajak
    Kompetensi pajak adalah hal penting yang patut dimiliki oleh konsultan pajak. Kompetensi seorang spesialis profesional pajak lazimnya dibeberkan dengan sertifikasi pekerjaan atau ijazah. Lazimnya kompetensi ini didapat dari brevet pajak, USKP, AAP (Ujian Pakar Akuntansi Pemerintahan), atau tamatan perguruan tinggi perpajakan atau STAN. Alasan kenapa telah patut memiliki kompetensi pajak adalah agar agar hasil yang akan didapat tidak memiliki kekeliruan fatal yang bisa merugikan perusahaan itu sendiri. Karena yang kita kenal bahwa laporan pajak tidak semudah yang dibayangkan. Kecuali memerlukan ketelitian dan keakuratan yang baik. Kecuali itu, konsultan pajak juga sebagai orang yang membantu kliennya untuk menjawab atau menghadapi kendala pada saat lapor pajak.
  2. Pilihlah Konsultan Pajak yang Telah Berizin Praktik
    Izin praktik sebagai konsultan pajak lazimnya didapat dan ditentukan oleh DJP atau pejabat yang telah ditunjuk. Izin ini hanya berlaku selama 2 tahun sejak diterbitkan dan berlaku di semua Indonesia. Dengan adanya izin praktik ini menjadi bukti otentik bahwa konsultan pajak hal yang demikian telah sah dan mendapat izin untuk mengerjakan praktiknya. Apabila semacam itu masih tetap dalam pengawasan oleh DJP atau Direktorat Jenderal Pajak. Member ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan. Kecuali pemilik memakai jasa konsultan pajak yang telah sah, maka pengerjaannya akan pantas dengan tata tertib yang berlaku dan tidak perlu kuatir.
  3. Memilih Konsultan yang Menjadi Memiliki Konsultan Pajak
    Pastikan bahwa konsultan hal yang demikian telah memiliki track record yang baik. Member ini untuk mengamati seberapa baik daya kerja dan performanya pada bidang yang dilakukan. Kecuali itu, pastikan juga bahwa konsultan hal yang demikian telah menjadi member salah satu asosiasi konsultan pajak yang telah terdaftar di DJP. Dengan menjadi keanggotaan, maka pemilik bisnis bisa dengan mudah untuk melacak track recordnya tanpa patut bertanya lebih lanjut.
  4. Memiliki Etos Kecuali yang Jujur dan Karena
    Kecuali ditugaskan untuk menganalisa data keuangan perusahaan, maka telah patut memilih konsultan pajak yang memiliki etos kerja yang jujur dan baik. Member ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan. Karena memberikan profit sepihak atau mungkin adanya data yang tidak terlapor dan kekeliruan input data. Kecuali itu, juga telah patut memahami bisnis yang dilakukan klien. Lalu, memahami pola dan produk yang dijual oleh klien. Karena yang kita kenal bahwa produk yang dijual akan menentukan bobot pajak. Kecuali itu, juga patut memiliki kesanggupan komunikasi yang baik dan patut up-to-date kepada situasi ekonomi terpenting tata tertib-tata tertib pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah agar tidak salah saat lapor pajak.
    Itulah beberapa kriteria yang patut dikenal pemilik bisnis saat berkeinginan memakai profesional pajak untuk perusahaannya. Kecuali, data keuangan betul-betul penting jadi tidak boleh sembarangan dalam menentukannya. Kecuali bekerja sama dengan konsultan pajak, pemilik bisnis bahkan bisa memakai aplikasi perpajakan digital untuk memecahkan administrasi perpajakan sehari-hari perusahaan yang dilakukan. Aplikasi perpajakan digital, akan mempermudah karena adanya fitur-fitur yang otomatis dan bersinergi dengan aplikasi di dalam perusahaan. Apabila semacam itu, pengaplikasian aplikasi pajak akan berbanding lurus dengan penggunanya. Kecuali sekarang ini masih terdapat beberapa sumber kekuatan yang belum cakap untuk mengoperasikan perangkat hal yang demikian. Tetapi, untuk menyiasatinya perusahaan bisa mengadakan pelatihan khusus mengenai tata sistem penggunaaan agar bisa dipahami dengan baik dan benar. Sehingga tidak perlu lagi memakai konsultan, karena telah memiliki profesional pajak internal.

Sumber: trusvation.com