Kesalahan Pembukuan Keuangan yang Biasa Dilakukan Pengusaha Pemula

0
85
views
sumber: google.co.id

Saat menjalankan suatu bisnis, pembuatan pembukuan keuangan yaitu hal yang paling penting. Keuangan di dalam bisnis hal yang demikian mesti dikelola dengan baik untuk profit maksimal. Namun sayangnya, para pengusaha pemula banyak menjalankan kekeliruan dikala membuat pembukuan. Berikut ini kekeliruan pembukuan bagi pengusaha pemula.
Kesalahan Pembukuan Keuangan yang Awam Dijalankan Pengusaha Pemula

  1. Mengamati Kebutuhan dalam Rentang Pendek
    Kesalahan yang kerap kali dilakukan pengusaha pemula dikala membuat pembukuan yaitu, mengamati keperluan dalam rentang pendek. Lazimnya mereka hanya konsentrasi pada transaksi hariannya saja. Sedangkan angka yang ada di laporan keuangan dapat menjadi dasar sebuah asumsi.
    Dalam membuat sangkaan pertumbuhan bisnis di masa depan juga dapat mengidentifikasi potensial risiko yang ada. Adalah dari kebijakan perusahaan atau kondisi keuangan yang ada sekarang ini.
    Kesalahan ini juga biasa ditemui pada dikala membuat pembukuan sederhana. Mereka hanya konsentrasi di angka-angkanya saja tanpa menjadikan analisis yang bermanfaat.
  2. Mencampurkan Akun Pribadi dengan Perusahaan
    Kesalahan dalam pembukuan keuangan dan pencatatannya lainnya juga dapat dipandang dari tercampurkan akun pribadi dan perusahaan. Sekali-sekali untuk pengeluaran di keperluan sehari-hari atau keperluan rumah tangga. Bila hal itu berpotensi pada kerancuan sistem pembukuan itu sendiri.
    Terutama dilakukan terus menerus maka imbasnya akan negatif untuk perkembangan bisnis suatu perusahaan. Sekali-sekali apabila uang perusahaan yang mesti dapat diterapkan untuk investasi, banyak diterapkan untuk keperluan pribadi. Kesalahan itu juga akan menyulitkan pembagian dikala membuat laporan keuangan dan proses audit.
  3. Namun Diperlukan Pembukuan Sendiri
    Di awal-awal membuka bisnis seorang pengusaha tentu masih dapat menangani pembukuan sendiri. Termasuk dalam pembuatan pencatatan serta laporan keuangan yang sederhana.
    Saat seiring dengan berjalannya waktu dan dikala bisnis mulai berkembang, maka hal itu tak akan dapat ditangani sendiri. Namun waktu dan juga daya yang tak sedikit dalam menuntaskannya.
    Saat bisnis sudah membesar sebaiknya pertimbangkan soal investasi yang lebih besar. Atau dapat juga mencoba membuat pembukuan keuangan dengan konsultan yang prosesnya lebih pesat dan mudah.
  4. Mempercayakan Pembukuan pada Keluarga
    Terbatasnya waktu dan daya dalam mengurus catatan keuangan biasanya perusahaan menerapkan orang yang dipercaya. Namun, mempercayakan pembukuan pada pihak keluarga atau orang terdekat yaitu hal yang salah. Kesalahan mereka belum tentu mengerti sistem membuat pembukuan yang baik.
    Tak dengan mencatat berapa pengeluaran dan pemasukan saja, tanpa memasukkan hal penting lainnya di dalam laporan. Kesalahan ini kerap kali terjadi juga dikala mereka tak dapat membuat keputusan dalam pencatatan keuangan.
  5. Kesalahan Sedangkan Bukti Pembayaran
    Kesalahan terakhir yang kerap kali dilakukan pengusaha pemula dalam membuat pembukuan yaitu, bukti pembayaran tak disimpan. Sedangkan bukti pembayaran ini dapat menjadi bukti valid dikala ada kekeliruan dalam laporan keuangan.
    Sebaiknya hindari kekeliruan dalam pembuatan pembukuan keuangan hal yang demikian di atas bagi pemula.

Sumber: trusvation.com