Berwisata Sambil Belajar Di Museum Tsunami Aceh

0
49
views
sumber: google.co.id

Museum Tsunami Aceh – Momen Tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004 silam tentu masih membekas di hati warga negara Indonesia terlebih warga Aceh itu sendiri. Untuk senantiasa mengingat momen pilu hal yang demikian sekalian menerima pembelajaran berharga dari momen hal yang demikian berdirilah sebuah museum yang bernama Museum Tsunami Aceh.
Museum Tsunami Aceh ini yaitu sebuah museum yang diwujudkan daerah untuk mengenang kembali momen dahsyat yang banyak merenggut korban jiwa pada tepatnya tanggal 26 Desember 2004 silam. Museum Tsunami Aceh dibangun oleh BRR NAD – Nias dan didesain oleh M. Ridwan Kamil yang yaitu salah satu dosen ITB sesudah memenangkan pertandingan desain. Museum ini berlokasi di sentra kota Banda Aceh tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda yang berdekatan dengan Lapangan Blang Padang dan sekitar 400 meter dari Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Sekiranya diamati dari atas, museum ini menandakan gelombang Tsunami akan namun apabila dipandang dari bawah menonjol seperti kapal penyelamat dengan geladak luas sebagai daerah penyelamatan. Disinilah para pelancong dapat bertamasya sambil belajar.
Menjelajah Isi Museum Tsunami Aceh
Sekiranya Anda sedang bertamasya di Museum Tsunami Aceh, Anda akan saksikan bangunan museum yang terdiri dari 4 tingkat. Di lantai dasar museum Anda akan dapatkan sebuah ruang terbuka yang dimanfaatkan sebagai sebuah ruang publik. Melangkah masuk ke dalam museum, Anda akan dapatkan ruang pertama yang bernama ruang renungan.
Dalam ruangan ini terdapat sebuah lorong sempit dan remang yang mungkin akan membikin Anda berdaya upaya ada rasa getir, takut dan resah saat memasukinya. Disana Anda akan peroleh suatu kesunyian serta dapat Anda dengarkan bunyi aliran air bersama bunyi azan yang akan menggetarkan hati Anda. Di komponen kiri dan kanan dinding lorong, terdapat air mengalir yang diibaratkan gemuruh tsunami yang pernah terjadi di masa silam.
Sesudah Anda lewat ruang renungan ini, Anda akan menjelang ruang bercermin yang disebut dengan memorial hill. Disini terdapat sebuah monitor yang bisa diterapkan untuk mengakses seluruh kabar mengenai momen tsunami yang melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 silam. Kemudian Anda akan menjelang The Light of God merupakan sebuah ruang formatnya sumur silinder yang akan menyorotkan sinar remang – remang. Di komponen puncak ruangan juga tampak kaligrafi arab yang formatnya artikel Allah. Dinding – dinding di ruangan ini akan Anda saksikan dipenuhi dengan artikel nama korban Tsunami yang tewas dalam momen tsunami di masa silam. Disini Anda akan menerima poin – poin religius yang yaitu cerminan antara relasi manusia dengan sang pencipta.
Saat menjelang lantai kedua museum, Anda akan menerima ruang 4 dimensi tsunami exhibition room, ruang pre tsunami, while tsunami dan post tsunami. Sementara di bangunan lantai ketiga museum ini, mempunyai sebagian fasilitas seperti ruang geologi, perpustakaan, surau dan juga souvenir. Ada juga ruang geologi dimana disana Anda akan dapatkan kabar mengenai bermacam-macam hal yang ada kaitannya dengan musibah tsunami.
Kemudian pada tingkat akhir gedung Museum Tsunami Aceh, fungsinya yakni sebagai daerah penyelamatan darurat atau escape building apabila suatu hari terjadi tsunami yang sama di Aceh. Tingkat atap ini tak dibuka untuk lazim mengingat konsepnya cuma dibuka di waktu darurat saja.
Disini akan ada banyak pembelajaran berharga kecuali bertamasya yang bisa Anda raih. Sebab itu apabila berkunjung ke Aceh, jangan lupa juga untuk bertamasya sambil belajar di Museum Tsunami Aceh. Temukan banyak pengalaman berharga disana.

 

Sumber: hariliburnasional.com