Kapal Tradisional Indonesia yang Menjadi Cikal Bakal Kapal Modern

0
204
views
sumber: google.co.id

Sebelum adanya kapal modern yang berlayar masa sekarang tentunya ada kapal tradisional Indonesia yang menjadi awal awalnya. Kapal-kapal tradisional ini sampai sekarang bahkan masih ada yang beberapa diaplikasikan, beberapa lagi dimuseumkan untuk figur pelajaran mengenai kapal tradisional yang diaplikasikan di masa lalu. Sebagian kapal tradisional hal yang demikian digambarkan di bawah ini.
Sebagian figur kapal tradisional Indonesia

  1. Sandeq
    Kapal pertama yang perlu dikenal ialah Sandeq, untuk menemuinya kapal ini berada di kawasan pesisir Pantai Sulawesi Barat. Kecuali membikin kapal ini unik ialah formatnya yang ramping dengan memanfaatkan daya kerja angin dengan layar sebagai penggagasnya. Permulaan itu pembuatan dari kapal ini juga masih cukup lekat maknanya.
    Format mula bentuk Sandeq ini ialah dari perahu milik Suku Mandar yang bernama Pakur. Wujudnya awalnya juga memiliki cadik dengan ukuran besaran dan terbilang cukup kasar. Barulah seiring berjalannya waktu kapal hal yang demikian berkembang menjadi Sandeq dengan kecepatan yang optimal pada sejarahnya.
  2. Kora-Kora
    Salah satu tugas pelaut ialah tidak meninggalkan sejarah perkembangan kapal tradisional yang pernah ada di Indonesia. Kapal tradisional kedua yang perlu dikenal ialah Kora-Kora. Dahulunya kapal ini diaplikasikan oleh penduduk Maluku dalam perjalanan perang yang cukup jauh.
    Tidak cukup berbagai jenis ukurannya dari yang paling kecil sampai yang terbesar sekalipun. Ukuran yang berbagai jenis ini dihasilkan bukan tanpa alasan dimana untuk yang besar umumnya sebagai muatan perang. Sementara untuk yang kecil hanya untuk alat transportasi dari pulau ke pulau.
    Terdapat tempat khusus untuk pengayuh yang berasal dari kayu umumnya ditempatkan di atasnya cadik. Sementara untuk bagian tengahnya sendiri berisi atap yang cukup kuat sebagai tempat perlindungan. Kapal ini cukup berjasa untuk rakyat Maluku sehingga keberadaannya senantiasa diperingati dengan sebutan Festival Kora-Kora.
  3. Pinisi
    Sebelum berniat untuk menjelang salah satu lowker pelaut karenanya lebih bagus belajar lagi mengenai sejarah kapal tradisional. Pun bisa dikesampingkan bahwa keberadaan kapal-kapal jadul ini ialah pionir adanya kapal masa sekarang yang cukup kuat dengan ukuran yang tepat pantas dengan fungsinya.
    Kapal selanjutnya ini ialah milik Suku Makassar dan Bugis. Kapal ini cukup tua keberadaannya ialah dari tahun 1500 lalu. Kapal ini juga ialah saksi bisu tonggak sejarah para pelaut hebat yang ada di nusantara. Hanya tiap bagian dari kapal ini memiliki makna yang cukup mendalam.
    Kapal Pinisi pertama kali dihasilkan oleh putra mahkota dari Kerajaan Luwu dengan tujuan layar pertama ialah menuju Tiongkok. saja dalam perjalanannya kapal ini diterpa oleh ombak yang cukup besar sehingga kapal hal yang demikian terpecah menjadi tiga buah dan tersebar ke Bira, Ara dan Tanah Lemo.
    Itulah awal mula terbentuknya kapal yang dikasih nama Pinisi ini sebab menurut sejarah bagian yang sudah terpisah hal yang demikian sukses disatukan kembali menjadi satuan kapal yang utuh.
    Itulah beberapa jenis kapal tradisional Indonesia yang perlu dikenal oleh pelaut masa sekarang.

Sumber: jobpelaut.com