5 Masalah yang Sering Ditemui Pada AC Chiller Industri

0
159
views
sumber: google.co.id

AC chiller industri adalah mesin berteknologi mutakhir yang menolong manusia meringankan profesi mereka. Tanpa chiller, progres pendinginan ruangan tak akan berjalan lancar. Walaupun, temperatur dingin betul-betul benar-benar diperlukan untuk menjaga kwalitas suatu barang. Sayangnya acap kali kali ada sebagian dilema yang dijumpai pada chiller industri seperti berikut ini.
Daftar dilema yang acap kali ditemukan pada AC chiller industri

  1. Temperatur Penguapan Chiller Rendah
    Anda yang tak familier dengan operasional chiller, mungkin kurang familier dengan perangkat hal yang demikian. Walaupun chiller hadir di sekitar kita dan dimanfaatkan untuk bermacam kesibukan produksi.
    Tahukah Anda, sekiranya salah satu penyebab chiller industri tak kapabel berprofesi normal sebab temperatur penguapan rendah? Seketika, berapa derajat temperatur penguapan yang normal untuk satu perangkat chiller?
    Perangkat chiller normalnya memerlukan temperatur penguapan 5-10 derajat lebih kecil dari temperatur keluaran. Otomatis sekiranya derajatnya lebih rendah dari itu karenanya bobot chiller kian besar dicontoh dengan lonjakan tenaga.
  2. Chiller Kekurangan Flour
    Kegagalan operasional AC Chiller juga disebabkan oleh kurangnya tekanan pengatur rendah. Situasi ini mengakibatkan katup ekspansi chiller tak bisa berprofesi secara normal. Sementara, katup ekspansi memerlukan stimulus positif untuk bisa mengalirkan udara.
  3. Knalpot Chiller Over Heating
    Ada banyak sekali dilema yang teknisi dapatkan dikala merawat chiller tak terkecuali situasi knalpot yang terlalu panas. Situasi ini disebabkan sebab peningkatan temperatur kompresi, pemanasan motor, tekanan kondensasi yang terlampau tinggi dan lainnya.
    Ilustrasi lebih terang mengenai knalpot terlalu panas cuma dapat dikenal dikala teknisi memeriksa dan mencari tahu akar permasalahannya. Pembetulan yang tak pada tempatnya justru membikin knalpot chiller kian bermasalah yang juga berimbas kepada operasional chiller.
  4. Stroke Cair
    Apa yang patut Anda lakukan untuk menghindari stroke cair? Betapa bagusnya sekiranya Anda menentukan temperatur inhalasi berada dalam ambang batas normal. Tak terlalu besar melainkan juga tak kecil.
    Tetapi hindari juga derajat temperatur inhalasi yang lebih rendah dari temperatur penguapan. Atur suhunya sekitar 5-10 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur penguapan. Supaya lebih gampang, meminta saja jasa pemasangan chiller untuk mengontrol temperatur dikala mereka selesai instalasi perangkatnya.
  5. Rendahnya Temperatur Gas Membuang Chiller
    Dan persoalan lazim yang juga acap kali dihadapi oleh jasa maintenance chiller yaitu rendahnya temperatur gas membuang perangkat. Kecuali ini disebabkan sebab aliran refrigeran tak berjalan dengan lancar tetapi stop di cara pendingin.
    Problem itu, rendahnya temperatur gas membuang chiller juga disebabkan sebab penyumbatan katup ekspansi. Di mana debu atau kotoran tak dibersihkan secara optimal dan terprogram .
    Itulah sebagian dilema yang acap kali dihadapi pengguna chiller. Meminta hal yang demikian masih dapat diselesaikan dikala Anda mengunjungi teknisi berpengalaman.
    Hingga teknisi atau jasa service untuk merawat chiller Anda dengan total. tak ada kerusakan atau dilema lainnya yang ditemukan sesudah perangkat di bawa pulang. Kerusakan AC chiller industri tak cuma merugikan Anda melainkan juga perusahaan yang Anda jalankan, karenanya rawatlah perangkat pendingin dengan bagus.

Sumber: acwahana.com